Apa Itu DM? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya di Media Sosial
ranahteknologi.com-Di era media sosial yang berkembang sangat cepat, istilah-istilah baru sering muncul dan menjadi bagian dari komunikasi sehari-hari. Salah satu istilah yang paling sering ditemui pengguna adalah DM, singkatan dari Direct Message. Istilah ini merujuk pada fitur pesan pribadi yang dimiliki hampir semua platform media sosial modern seperti Instagram, Twitter, Facebook, hingga LinkedIn.
DM berfungsi sebagai ruang komunikasi pribadi antara dua pengguna tanpa harus menampilkan percakapan tersebut secara publik. Fitur ini menjadi salah satu elemen penting dalam interaksi digital, baik untuk keperluan personal, bisnis, maupun profesional. Artikel ini akan membahas secara mendalam apa itu DM, bagaimana cara kerjanya, asal-usul istilah tersebut, hingga mengapa fitur ini menjadi sangat penting di dunia digital saat ini.
Daftar Isi
1. Apa Itu DM dan Bagaimana Cara Kerjanya?
DM atau Direct Message adalah fitur pesan pribadi yang memungkinkan dua pengguna saling berkomunikasi dalam ruang yang hanya dapat diakses oleh mereka saja. Berbeda dengan komentar, postingan, atau cerita (stories) yang bisa dilihat banyak orang, DM hanya dapat dibaca oleh pengirim dan penerima.
Secara umum, penggunaan DM mencakup dua bentuk:
a. DM sebagai kata benda (noun)
Ini merujuk pada pesan pribadi itu sendiri.
Contoh: “Cek DM ya, sudah aku kirim detailnya.”
b. DM sebagai kata kerja (verb)
Merujuk pada tindakan mengirim pesan pribadi.
Contoh: “Nanti aku DM alamat lengkapnya.”
Secara teknis, DM bekerja dengan mengirimkan pesan melalui server platform media sosial yang bersangkutan. Pesan tersebut tersimpan secara privat dan tidak muncul di halaman publik pengguna. Banyak platform kini melengkapi DM dengan kemampuan mengirim foto, video, pesan suara, stiker, GIF, lokasi, hingga dokumen.
2. Sejarah dan Asal-usul Istilah DM
Konsep Direct Message mulai populer sejak kemunculan Twitter pada tahun 2006. Twitter saat itu menghadirkan fitur DM sebagai alternatif komunikasi privat di antara para pengguna yang biasanya berinteraksi melalui tweet yang bersifat publik.
Popularitas DM di Twitter kemudian mendorong platform lain untuk menghadirkan fitur serupa:
-
Instagram meluncurkan DM pada 2013.
-
Facebook memisahkan fitur pesan menjadi aplikasi khusus, Messenger, pada 2015.
-
LinkedIn, TikTok, dan YouTube juga menyediakan fitur pesan pribadi pada tahun-tahun berikutnya.
BACAJUGA:Cara Cek IMEI iPhone untuk Mengetahui Legalitas dan Status Resminya di Indonesia
Perkembangan DM menunjukkan bahwa pengguna media sosial membutuhkan ruang komunikasi yang lebih personal, aman, dan jauh dari sorotan publik. Ini menjadi fondasi berkembangnya konsep komunikasi digital privat yang kita nikmati sekarang.
3. Privasi dan Keamanan dalam DM
Salah satu alasan utama orang menggunakan DM adalah sifatnya yang privat. Pesan tidak muncul di linimasa publik dan hanya bisa diakses oleh dua pihak yang terlibat dalam percakapan.
Beberapa manfaat privasi DM antara lain:
-
Diskusi sensitif
Pengguna dapat membahas hal-hal pribadi seperti data penting, urusan pekerjaan, atau percakapan emosional tanpa takut dilihat banyak orang. -
Mencegah publikasi yang tidak diinginkan
Informasi pribadi tetap aman dari penyebaran tidak sengaja di media sosial. -
Meningkatkan rasa aman dalam komunikasi
Banyak platform menerapkan enkripsi atau sistem keamanan tambahan untuk melindungi percakapan pengguna.
Namun, DM tidak sepenuhnya bebas resiko. Banyak penipuan digital terjadi melalui pesan pribadi, terutama yang mengandung tautan mencurigakan atau permintaan data pribadi. Pengguna perlu lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban phishing, scam, atau penyalahgunaan data.
4. DM sebagai Alat Interaksi Digital Modern
Selain untuk komunikasi personal, DM memiliki peran penting dalam berbagai aspek digital lainnya. Fitur ini telah berkembang menjadi alat multifungsi yang dimanfaatkan oleh banyak kalangan.
a. Komunikasi Pelanggan dalam Bisnis
Banyak bisnis kini mengandalkan DM sebagai platform layanan pelanggan karena:
-
Respon lebih cepat
-
Komunikasi lebih personal
-
Tidak perlu menunggu email
-
Pelanggan bisa menghubungi kapan saja
Pages: 1 2
