Pentingnya Rem yang Pakem untuk Motor 2 Tak: Resiko Jika Diabaikan!
ranahteknologi.com-Motor 2 tak dikenal dengan karakter mesinnya yang agresif, ringan, dan responsif. Tidak heran banyak penggemar otomotif masih menggunakan motor jenis ini meskipun produksinya sudah tidak lagi berlanjut di pasaran. Di balik performanya yang responsif, terdapat konsekuensi penting: motor 2 tak wajib memiliki rem yang benar-benar pakem karena daya deselerasi dari engine brake sangat kecil.
Pada motor 4 tak, engine brake sangat membantu memperlambat laju kendaraan. Namun pada motor 2 tak, kondisi ini tidak terjadi. Oleh karena itu, memahami cara kerja mesin 2 tak dan alasannya tidak mengandalkan engine brake.
Mengapa Motor 2 Tak Hampir Tak Punya Engine Brake?
Perbedaan utama antara motor 2 tak dan motor 4 tak terletak pada struktur mesin, terutama pada sistem katup. Motor 2 tak tidak memiliki mekanisme buka tutup katup, sehingga pertukaran udara dan gas buang berlangsung jauh lebih cepat dan lancar.
Engine brake pada motor 2 tak sebetulnya ada, namun efeknya sangat kecil. Misalnya, saat pengendara menutup throttle secara tiba-tiba, suplai pelumasan oli samping ikut terhenti. Selain itu, aliran udara masih memungkinkan piston tetap bergerak tanpa tahanan berarti.
Minim Hambatan Piston
Pada motor 4 tak, gaya dorong balik dari sistem pembuangan dan mekanisme katup menciptakan hambatan. Disisi lain, pada motor 2 tak piston nyaris tidak mendapat hambatan karena tidak ada mekanisme katup yang menghalangi laju udara.
Dengan kata lain, saat pengendara menutup gas, gaya putar mesin motor 2 tak tidak langsung tertahan. Akibatnya, motor tetap melaju cepat meski gas sudah ditutup.
BACAJUGA:Daftar Oli Motor Matic Yamaha Terbaik 2025
Bahaya Mengandalkan Engine Brake di Motor 2 Tak
Selain tidak efektif, penggunaan engine brake pada motor 2 tak juga berbahaya. Menutup throttle secara mendadak bisa menghentikan suplai pelumasan oli samping.
Artinya:
-
Piston bergerak tanpa pelumasan yang memadai
-
Koefisien gesek meningkat
-
Baret piston dan macet mesin meningkat
Pengerjaan mesin motor 2 tak memang sederhana, namun karena proses pembakarannya cepat dan padat, pelumasan menjadi aspek paling penting. Bila pelumasan hilang meski sepersekian detik, efeknya bisa fatal.
Penjelasan Cara Kerja Mesin Motor 2-Tak
Untuk memahami mengapa engine brake pada motor 2 tak minim, kita harus memahami cara kerjanya. Misalnya, ketika piston bergerak dari titik mati bawah ke titik mati atas, motor melakukan langkah hisap dan langkah kompresi secara bersamaan.
Disisi lain, ketika piston bergerak dari titik mati atas ke bawah, terjadi langkah usaha (pembakaran) dan pembuangan yang berlangsung hampir bersamaan. Karena siklusnya ringkas dan cepat, tidak ada momen signifikan yang menciptakan hambatan piston seperti pada motor 4 tak.
Efek engine brake yang kecil baru terasa saat piston mulai menutup saluran buang, itu pun hanya berlangsung setengah langkah. Sebelum itu terjadi, motor tetap cenderung meluncur tanpa hambatan berarti.
Dari sini terlihat jelas bahwa deselerasi motor 2 tak sangat minim tanpa bantuan rem utama.
Motor 2 tak memiliki karakter agresif, responsif, dan mampu berakselerasi cepat. Namun, disisi lain ia tidak cocok digunakan dengan gaya berkendara seperti motor 4 tak.
Misalnya:
-
Mengandalkan engine brake
-
Menutup throttle mendadak di kecepatan tinggi
-
Gas–rem yang terlalu ekstrem
Motor 2 tak memerlukan gaya berkendara yang lebih halus, terutama dalam memainkan throttle.
Motor 2 Tak Harus Selalu Mengandalkan Rem Utama
Karena tidak ada bantuan engine brake yang signifikan, rem menjadi satu-satunya perangkat yang mampu mengurangi kecepatan. Ini membuat rem pada motor 2 tak bekerja lebih berat dibandingkan motor 4 tak.
Contoh rem bekerja lebih berat pada saat:
-
Saat melaju di kecepatan tinggi
-
Saat menutup gas saat turun tanjakan
-
Saat bermanuver cepat
Pada kondisi tersebut, motor 4 tak bisa memperlambat laju hanya dengan menurunkan gigi. Namun pada motor 2 tak, hal tersebut tidak efektif.
Karena rem bekerja ekstra keras, resiko overheating pada rem lebih tinggi. Bila rem sudah panas:
-
Daya cengkeram menurun
-
Rem menjadi terasa panjang
-
Potensi rem blong meningkat
Inilah alasan mengapa kondisi rem harus benar-benar prima pada motor 2 tak.
Tanda-Tanda Rem Motor Mulai Bermasalah
Agar terhindar dari risiko kecelakaan, pengendara wajib mengenali tanda awal rem bermasalah, seperti:
- Rem Terasa Panjang: Semakin lama ditekan, rem terasa kurang menggigit. Ini tanda minyak rem mulai panas atau kampas mulai habis.
- Bau Hangus di Area Roda: Ini tanda kampas rem sedang mengalami gesekan berlebih.
- Getaran Saat Menginjak atau Mengecek Rem: Umumnya menandakan piringan rem mulai bergelombang atau permukaan kampas tidak rata.
- Rem Tidak Stabil Saat Motor Turun Tanjakan: Menandakan rem bekerja terlalu berat dan berpotensi gagal.
Jika salah satu tanda ini muncul, sebaiknya rem segera diservis agar tetap optimal.
Merawat Rem Motor 2 Tak Agar Tetap Prima
Agar sistem pengereman tetap mampu bekerja maksimal, terutama karena motor 2 tak sangat bergantung pada rem, pengendara perlu menerapkan beberapa langkah perawatan berikut:
- Rutin Ganti Kampas Rem: Kampas rem lebih cepat aus karena sering digunakan sebagai deselerasi utama. Disisi lain, kampas rem berkualitas tinggi akan lebih tahan panas.
- Gunakan Minyak Rem Berkualitas: Minyak rem DOT 3 atau DOT 4 sangat dianjurkan agar titik didihnya tinggi.
- Bersihkan Kaliper dan Piringan Rem: Debu dan kotoran bisa mengurangi cengkeraman rem.
- Hindari Menahan Rem Terus-Menerus: Misalnya saat menuruni turunan panjang. Teknik pengereman terputus-putus lebih aman dan tidak membuat rem cepat panas.
- Sesuaikan Kecepatan dengan Kondisi Jalan: Mesin 2 tak dikenal responsif karena itu pengendara harus lebih disiplin menjaga kecepatan.
BACAJUGA:Sejarah Yamaha RX King 135 Dari Raja Jalanan Sampai Motor Legendaris yang Tak Tergantikan
Dari penjelasan teknik mesin hingga karakter berkendara, kesimpulannya jelas: motor 2 tak wajib memiliki rem utama yang pakem karena engine brake tidak bekerja efektif. Selain itu, penggunaan engine brake tidak disarankan karena bisa menyebabkan piston mendapat pelumasan minim dan berpotensi rusak.
Karena rem adalah satu-satunya sistem deselerasi pada motor 2 tak, maka kondisinya harus selalu dijaga dalam keadaan optimal untuk menghindari resiko rem panas atau blong. Semoga bermanfaat!.
BACAJUGA:
- All New Honda Vario 125 dan Vario 125 Street Resmi Meluncur
- Panduan Lengkap Jadwal Ganti Oli Mobil dan Motor, Pakai Waktu atau Jarak Tempuh?
- Perawatan Gardan Mobil & Waktu Ganti Oli Gardan yang Disarankan
- Motor Sport Tercanggih 2025 Siapa Paling Sangar!
- Cara Transfer Uang Lewat HP
- Rekomendasi Sepeda Murah Terbaik
- Panduan Memilih Helm Motor Berkualitas Sesuai Standar

