Jangan Asal Isi Ban! Salah Tekanan Angin Ban Bisa Berbahaya, Ini Ukuran yang Idealnya
ranahteknologi.com-Ketika berbicara tentang keselamatan dan kenyamanan berkendara, banyak pengendara fokus pada kondisi mesin atau rem, namun tekanan angin ban sering terlupakan. Padahal, ukuran tekanan angin ban yang ideal sangat penting untuk menjaga performa mobil, keamanan di jalan, dan efisiensi bahan bakar.
Selain usia ban, tekanan angin yang tidak sesuai dapat memengaruhi kenyamanan berkendara. Ban yang kekurangan angin akan terasa lebih berat saat dikemudikan, sedangkan ban yang terlalu keras membuat perjalanan terasa kaku dan berpotensi berbahaya.
Disisi lain, setiap jenis mobil dan berat kendaraan memiliki standar tekanan angin berbeda. Oleh karena itu, memahami ukuran tekanan angin ban yang tepat sangat penting bagi setiap pengendara.
Mengapa Tekanan Angin Ban Penting?

Tekanan angin ban memiliki peran penting terhadap performa kendaraan secara keseluruhan. Ban dengan tekanan yang sesuai mampu memberikan kenyamanan lebih saat berkendara karena kendaraan terasa lebih stabil dan tidak mudah berguncang. Sebaliknya, tekanan angin yang tidak pas bisa membuat perjalanan terasa kurang nyaman, terutama saat melewati jalan yang tidak rata. Kondisi ini sering kali baru disadari setelah kendaraan digunakan dalam jarak tertentu.
Selain kenyamanan, tekanan angin ban juga berpengaruh pada efisiensi bahan bakar dan tingkat keselamatan. Ban yang kekurangan angin membuat kerja mesin menjadi lebih berat sehingga konsumsi bahan bakar cenderung meningkat. Di sisi lain, tekanan angin yang terlalu tinggi maupun terlalu rendah dapat mengurangi daya cengkeram ban terhadap permukaan jalan. Akibatnya, stabilitas kendaraan dan kemampuan pengereman bisa terganggu, terutama saat kondisi jalan licin atau saat melakukan pengereman mendadak.
Seiring waktu, tekanan angin pada ban bisa berkurang, bahkan jika mobil tidak digunakan. Misalnya, karet ban secara alami akan kehilangan tekanan seiring perubahan suhu dan kondisi jalan. Oleh karena itu, pengecekan rutin menjadi kunci untuk menjaga performa ban tetap optimal.
Bahaya Tekanan Angin Ban Kurang

Ban dengan tekanan angin yang terlalu rendah dapat memicu berbagai kendala saat berkendara. Daya cengkeram ban terhadap aspal menjadi tidak maksimal, sehingga risiko selip meningkat, terutama ketika melewati jalan basah atau saat berbelok. Kondisi ini membuat pengendalian kendaraan terasa kurang aman.
Selain itu, tekanan ban yang kurang juga memengaruhi kestabilan kendaraan secara keseluruhan. Mobil bisa terasa limbung karena beban tidak ditopang secara merata oleh ban, sehingga tarikan terasa lebih berat saat berakselerasi. Akibatnya, mesin harus bekerja ekstra untuk menjaga performa kendaraan.
Dampak lainnya terlihat pada sistem pengereman dan usia ban. Efektivitas rem dapat menurun karena bidang sentuh ban dengan jalan tidak berada pada kondisi ideal. Dalam jangka panjang, ban akan lebih cepat aus di bagian tertentu dan konsumsi bahan bakar pun cenderung meningkat karena kerja mesin yang lebih berat.
Tekanan angin ban yang terlalu rendah seringkali tidak terasa berbahaya pada awalnya, tetapi dalam jangka panjang akan menimbulkan masalah serius. Misalnya, kerusakan pada suspensi dan risiko kecelakaan meningkat karena mobil kehilangan kontrol.
Bahaya Tekanan Angin Ban Berlebihan
Sebaliknya, tekanan angin ban yang terlalu tinggi juga dapat membahayakan keselamatan berkendara. Banyak orang mengira mengisi angin hingga batas maksimum akan membuat ban lebih tahan lama, padahal kondisi ini justru mengurangi kemampuan ban mencengkeram permukaan jalan dan membuat pengereman kurang maksimal.
Selain itu, ban yang terlalu keras dapat membuat kendaraan lebih sulit dikendalikan, terutama saat melaju kencang atau melewati tikungan. Daya cengkeram yang menurun meningkatkan risiko selip, bahkan dalam kondisi tertentu tekanan berlebih bisa menyebabkan ban rusak atau pecah secara tiba-tiba.
Selain itu, pengendara juga akan merasakan perjalanan yang kaku dan tidak nyaman karena ban tidak lagi menyerap guncangan dari jalan. Oleh karena itu, keseimbangan tekanan angin ban sangat penting untuk keselamatan dan kenyamanan.
Cara Mengetahui Ukuran Tekanan Angin Ban Ideal
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan berkendara, penting untuk mengetahui tekanan angin ban ideal untuk mobil. Berikut beberapa panduan mudah yang bisa dilakukan:
1. Periksa Buku Petunjuk Mobil
Setiap pabrikan mobil menyediakan standar tekanan angin ban yang berbeda, disesuaikan dengan spesifikasi kendaraan, berat, dan jenis ban. Biasanya informasi ini dapat ditemukan di buku manual mobil.
BACAJUGA:Daftar Harga Ban Bridgestone untuk Fortuner VRZ
Buku petunjuk juga memberikan panduan tekanan angin untuk kondisi berbeda, misalnya saat mobil penuh penumpang atau membawa beban berat. Mengikuti panduan ini memastikan ban bekerja optimal dan aman.
2. Cek Stiker Petunjuk di Pilar Mobil
Cara lain yang lebih mudah adalah dengan mengecek stiker informasi di pilar pintu sebelah kanan pengemudi. Stiker ini biasanya menerangkan:
-
Tekanan angin untuk ban depan dan belakang
-
Ukuran ban yang direkomendasikan
-
Batas maksimal dan minimal tekanan ban
Misalnya, tekanan ideal ban depan mobil sedan bisa berbeda dengan ban belakang, dan mobil SUV biasanya membutuhkan tekanan lebih tinggi dibanding mobil kecil. Dengan mengikuti informasi pada stiker ini, risiko salah tekanan bisa diminimalkan.
3. Gunakan Alat Pengukur Tekanan Angin

Saat ini, hampir setiap SPBU dilengkapi dengan fasilitas pengisian angin ban dan pengukur tekanan angin ban yang bisa dimanfaatkan pengendara. Tekanan ban sebaiknya diperiksa secara berkala, setidaknya sebulan sekali, dan dilakukan ketika kondisi ban masih dingin atau kendaraan belum digunakan. Pastikan penyesuaian tekanan dilakukan sesuai dengan rekomendasi dari pabrikan kendaraan agar hasilnya optimal.
Penggunaan alat pengukur tekanan digital bisa menjadi pilihan karena tingkat akurasinya lebih baik dibandingkan versi analog. Perangkat ini membantu pengendara mengetahui tekanan ban dengan lebih presisi, terutama pada kendaraan yang memiliki standar tekanan berbeda antara ban depan dan belakang. Dengan alat yang tepat, pengaturan tekanan angin pun bisa dilakukan dengan lebih mudah dan akurat.
4. Sesuaikan dengan Kondisi Berkendara


