Cara Mengisi Token Listrik Prabayar: Pembelian, Penggunaan, dan Perhitungan kWh
ranahteknologi.com-Cara isi token listrik sebenarnya cukup mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja, baik pengguna baru maupun yang sudah terbiasa menggunakan listrik prabayar. Namun, meskipun terlihat sederhana, masih banyak masyarakat yang belum benar-benar memahami prosesnya secara menyeluruh. Mulai dari cara membeli token, memasukkan kode ke meteran, hingga memahami berapa kWh yang didapat setelah pembelian.
Selain itu, perbedaan daya listrik seperti 900 watt, 1.300 watt, hingga 2.200 watt ke atas juga memengaruhi jumlah kWh yang diterima. Oleh karena itu, memahami cara kerja token listrik secara detail akan membantu pengguna mengatur konsumsi listrik dengan lebih efisien.
Mengenal Token Listrik dan Sistem Listrik Prabayar
Sebelum membahas lebih jauh mengenai cara isi token listrik, penting untuk memahami terlebih dahulu apa itu token listrik dan bagaimana sistem listrik prabayar bekerja.
Di Indonesia, terdapat dua jenis meteran listrik yang umum digunakan, yaitu meter listrik pascabayar dan meter listrik prabayar.
Meter Listrik Pascabayar
Meter listrik pascabayar adalah sistem konvensional di mana pengguna membayar tagihan listrik setiap bulan berdasarkan jumlah kWh yang telah digunakan. Biasanya, tagihan ini mencakup beberapa komponen tambahan, seperti:
-
Biaya beban
-
Pajak Penerangan Jalan (PPJ)
-
Biaya pemakaian listrik bulanan
Pengguna pascabayar harus menunggu tagihan di akhir bulan dan berisiko terkena denda jika terlambat membayar.
Meter Listrik Prabayar
Berbeda dengan pascabayar, meter listrik prabayar mengharuskan pengguna membeli token listrik terlebih dahulu sebelum dapat menggunakan listrik. Sistem ini mirip dengan pengisian pulsa pada ponsel.
Token listrik berupa kode unik 20 digit yang nantinya dimasukkan ke dalam meteran. Kode tersebut akan dikonversi menjadi sejumlah kWh sesuai dengan nominal pembelian.
Apabila jika token habis dan tidak segera diisi ulang, maka aliran listrik akan terputus secara otomatis. Inilah alasan mengapa pengguna listrik prabayar harus lebih aktif memantau sisa kWh.
Apa Itu Token Listrik?
Token listrik adalah alat pembayaran listrik prabayar yang digunakan untuk mengisi daya listrik pada meteran prabayar. Token ini hanya dapat digunakan satu kali dan hanya berlaku untuk nomor meter tertentu.
Misalnya, jika Anda salah memasukkan nomor meter saat pembelian, maka token tersebut tidak bisa digunakan di meter lain. Oleh karena itu, ketelitian menjadi hal yang sangat penting dalam proses pembelian.
Cara Membeli Token Listrik dengan Mudah
Sebelum mempraktikkan cara isi token listrik, tentu Anda harus membeli token terlebih dahulu. Saat ini, pembelian token listrik sudah sangat mudah dan bisa dilakukan secara online maupun offline.
Token listrik tersedia dalam berbagai nominal, mulai dari:
-
Rp20.000
-
Rp50.000
-
Rp100.000
-
Rp200.000
-
Hingga Rp1.000.000
Anda bebas memilih nominal sesuai kebutuhan dan kemampuan konsumsi listrik di rumah.
Cara Membeli Token Listrik Secara Online
Salah satu cara paling praktis adalah membeli token listrik secara online melalui marketplace atau website penyedia produk digital.
Berikut langkah-langkah umumnya:
-
Buka halaman pembelian token listrik
-
Login atau daftar akun jika belum memiliki
-
Pilih menu Produk Digital
-
Pilih Token Listrik
-
Masukkan nomor meter prabayar dengan benar
-
Pastikan nama pelanggan yang muncul sudah sesuai
-
Pilih nominal token listrik
-
Lakukan pembayaran sesuai metode yang tersedia
-
Setelah pembayaran terverifikasi, Anda akan menerima kode token 20 digit
Selain itu, kode token biasanya juga dikirim melalui email atau ditampilkan langsung di halaman transaksi.
BACAJUGA:Cara Transfer Uang Lewat HP
Cara Isi Token Listrik di Meteran Prabayar
Setelah mendapatkan kode token, langkah berikutnya adalah memasukkan token ke meteran listrik. Inilah bagian paling penting dalam cara isi token listrik.
Ikuti langkah berikut agar proses pengisian berhasil:
-
Pastikan nomor meter yang digunakan sesuai dengan nomor saat pembelian
-
Catat atau siapkan kode token 20 digit
-
Ketikkan kode token langsung pada keypad meteran listrik
-
Periksa kembali angka yang dimasukkan
-
Tekan tombol Enter
-
Tunggu proses verifikasi oleh sistem
-
Jika berhasil, layar meteran akan menampilkan notifikasi dan kWh akan bertambah
Selain itu, bunyi “beep” atau notifikasi tertentu biasanya menandakan token berhasil masuk.
Apabila token tidak bisa dimasukkan, jangan panik. Beberapa penyebab umum antara lain:
-
Salah memasukkan kode
-
Nomor meter tidak sesuai
-
Token sudah pernah digunakan
-
Gangguan pada meteran
Jika token benar-benar tidak bisa digunakan padahal baru dibeli, segera hubungi pihak penjual atau layanan pelanggan PLN untuk mendapatkan solusi.
Biaya Administrasi dan Pajak Token Listrik
Banyak pengguna bertanya-tanya mengapa nilai token listrik yang dibeli tidak sepenuhnya berubah menjadi kWh. Hal ini disebabkan oleh adanya biaya tambahan.
Biaya Administrasi
Hampir semua pembelian token listrik dikenakan biaya administrasi. Besarnya bervariasi, umumnya antara Rp2.500 hingga Rp5.000, tergantung kebijakan penjual.
Selain itu, biaya administrasi ini akan memengaruhi jumlah kWh yang diterima. Semakin besar biaya administrasi, maka semakin kecil kWh yang masuk ke meteran.
Biaya Materai
Untuk pembelian token listrik dengan nominal tertentu, akan dikenakan biaya materai:
-
Di bawah Rp200.000: biasanya tanpa materai
-
Di atas Rp200.000: materai sekitar Rp3.000
-
Di atas Rp1.000.000: materai sekitar Rp6.000
Biaya materai ini juga memotong nilai token sebelum dikonversi menjadi kWh.
Pajak Penerangan Jalan (PPJ)
Pada beberapa daerah, pengguna listrik dikenakan Pajak Penerangan Jalan (PPJ) sebesar 1,5% hingga 2,4%. Pajak ini berlaku baik untuk pengguna pascabayar maupun prabayar.
Berapa Banyak kWh yang Didapatkan dari Token Listrik?
Jumlah kWh yang diperoleh dari pembelian token tidak selalu sama, meskipun nominal pembelian serupa. Hal ini dipengaruhi oleh daya listrik yang digunakan.
Berikut gambaran tarif listrik per kWh:
-
900 watt: ± Rp1.352 per kWh
-
1.300 watt: ± Rp1.440,70 per kWh
-
2.200 watt: ± Rp1.440,70 per kWh
-
3.500 watt ke atas: ± Rp1.440,70 per kWh
Misalnya, pembelian token Rp50.000 pada daya 900 watt tentu akan menghasilkan kWh yang lebih besar dibandingkan daya 1.300 watt.
Selain itu, tarif listrik dapat berubah sesuai kebijakan PLN dan pemerintah.
BACAJUGA:7 Peralatan Elektronik yang Tidak Boleh Dicolokkan ke Stopkontak Ekstensi, Waspadai Bahaya Listrik!
Kesimpulan
Cara isi token listrik pada dasarnya sangat mudah, asalkan Anda memahami alurnya dengan benar. Mulai dari membeli token, memasukkan kode 20 digit, hingga memahami biaya tambahan dan perhitungan kWh.
Selain itu, memahami perbedaan daya listrik juga membantu Anda memperkirakan konsumsi dan pengeluaran. Dengan pemahaman yang tepat, penggunaan listrik prabayar bisa menjadi solusi yang mudah dan efisien. Semoga bermanfaat!
Di setiap perkembangan dunia, ranahteknologi.com berupaya memberi fakta yang jelas dan informatif yang sesuai. Dukung terus ranahteknologi.com agar kami dapat menghadirkan konten yang informatif dan berkualitas untuk Anda.

